تخطَّ إلى المحتوى
Nelum
قوانين إندونيسيا

Decree of the Minister of Forestry of the Republic of Indonesia no. 163/Kpts-II/2003 about classification of timber types as the basis for imposition of forestry fees

صدر في 2003-05-26 · النص بتاريخ 2026-10-01

القانون العام والإرشادات الرسمية منشورة بوصفها أبحاثاً. ليست مشورة قانونية أو ضريبية أو مالية.

البحث نفسه مكتوب بالإنجليزية. العناوين والوسوم مترجمة؛ أما النتائج والاقتباسات فغير مترجمة.

عن هذا القانون

العنوان الأصلي
Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 163/Kpts-II/2003 tentang Pengelompokan Jenis Kayu Sebagai Dasar Pengenaan Iuran Kehutanan.
اللغة
Indonesian
النوع
لائحة
المنظمة
European Union
الدولة
إندونيسيا
الموضوعات
Forestry
الكلمات المفتاحية
classification/declassification, forest management/forest conservation, fees/royalties, special fund, timber

أين تقرؤه

النص

نص القانون نفسه، مادةً مادة، كما هو محفوظ. لكل مادة رابطها.

  1. MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 163/Kpts-II/2003 TENTANG PENGELOMPOKAN JENIS KAYU SEBAGAI DASAR PENGENAAN IURAN KEHUTANAN MENTERI KEHUTANAN, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 311/Kpts-IV/1995 telah ditetapkan pengelompokan jenis kayu sebagai dasar pengenaan iuran kehutanan yang telah beberapa kali diubah dan terakhir dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 707/Kpts-II/1997; b. bahwa berdasarkan evaluasi ketentuan dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 311/Kpts-IV/1995 jis. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 574/Kpts-II/1997 dan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 707/Kpts-II/1997 tersebut pada butir a, sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi dan dalam perkembangannya mengalami perubahan, sehingga perlu dicabut dan disesuaikan dengan kondisi yang sedang berkembang; c. bahwa sehubungan dengan hal tersebut, dipandang perlu menetapkan pengelompokan jenis kayu sebagai dasar pengenaan iuran kehutanan dengan Keputusan Menteri Kehutanan. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997; 2. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 1998; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1999; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1999; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 1998 jo. Peratuan Pemerintah Nomor 74 Tahun 1999; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 1999; 9. Keputusan Presiden Nomor 228/M Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royong; 10. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen; 11. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 707/Kpts-II/1997; 12. Keputusan Menteri Kehutanan No. 123/Kpts-II/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen. M E M U T U S K A N : Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN TENTANG PENGELOMPOKAN JENIS KAYU SEBAGAI DASAR PENGENAAN IURAN KEHUTANAN. PERTAMA : Menetapkan pengelompokan jenis kayu untuk dipergunakan sebagai dasar pengenaan iuran kehutanan yaitu Provisi Sumber Dana Hutan (PSDH) dan atau Dana Reboisasi (DR) seperti tersebut dalam Lampiran Keputusan ini. KEDUA : Dalam hal terdapat jenis kayu tertentu yang belum ditetapkan pada Amar PERTAMA, jenis kayu tertentu tersebut dimasukkan ke dalam kelompok Rimba Campuran/ Komersial Dua. KETIGA : Dengan diberlakukannya Keputusan ini, maka Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 311/Kpts-IV/1995 jis. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 574/Kpts-II/1997 dan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 707/Kpts-II/1997 tentang Pengelompokan Jenis Kayu Sebagai Dasar Pengenaan Iuran Kehutanan, dinyatakan tidak berlaku lagi. KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku efektif mulai tanggal 01 Juli 2003. Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 26 Mei 2003 MENTERI KEHUTANAN, ttd. MUHAMMAD PRAKOSA Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Hukum dan Organisasi, ttd. Ir. S U Y O N O NIP. 080035380 Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. : 1. Menteri Dalam Negeri; 2. Menteri Keuangan; 3. Menteri Perindustrian dan Perdagangan; 4. Gubernur Bank Indonesia; 5. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan; 6. Para Pejabat Eselon I lingkup Departemen Kehutanan; 7. Para Gubernur Propinsi di Seluruh Indonesia; 8. Para Bupati/ Walikota di Seluruh Indonesia; 9. Para Kepala Dinas Propinsi yang diserahi tugas dan tanggung jawab di bidang kehutanan di daerah Propinsi di Seluruh Indonesia; 10. Para Kepala Dinas Kabupaten/ Kota yang diserahi tugas dan tanggung jawab di bidang kehutanan di daerah Kabupaten/ Kota di Seluruh Indonesia; 11. Kepala Balai Sertifikasi Penguji Hasil Hutan di Seluruh Indonesia. Lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 163/Kpts-II/2003 Tanggal : 26 Mei 2003 Tentang : Pengelompokan Jenis Kayu Sebagai Dasar Pengenaan Iuran Kehutanan I. Kelompok Jenis Meranti/ Kelompok Komersial Satu No. Nama Perdagangan Nama Daerah Nama Ilmiah 1. Agathis Dama (Sulawesi), Damar (Jawa), Damar Sigi (Sumatera), Damar Bindang (Kalimantan) (Agathis spp) 2. B a l a u Damar Laut, Semantok (Aceh ), Selangan Batu, Anggelam, Amperok (Shorea spp; Parashorea spp) 3. Balau Merah Balau laut, Batu tuyang, Damar laut merah, Putang, Lempung abang (Shorea spp) 4. Bangkirai Benuas, Balau mata kucing, Hulo dereh, Kerangan, Puguh, Jangkang putih (Shorea laevis Ridl); (Shorea laevifolia Endert); (Hopea spp); Shorea kunstleri 5. D a m a r Damar (Araucaria spp) 6. Durian Durian burung, Lahong, Layung, Apun, Begurah, Punggai, Durian hantu, Enggang (Durio carinatus Mast); (Durio spp, Coelostegia spp) 7. G i a Delingsem, Kayu batu, Melunas, Kayu kerbau, Momala (Homalium tomentosum (Roxb) Benth, Homalium Foetidum (Roxb) Benth) 8. G i a m Resak batu, Resak gunung (Cotylelobium spp) 9. Jelutung Pulai nasi, Pantung gunung, Melabuai (Dyera spp) 10. K a p u r Kamper, Ky. kayatan, Empedu, Keladan (Dryobalanops spp) 11. Kapur Petanang Kapur Guras (Dryobalanops oblongifolia Dyer) 12. Kenari Kerantai, Ki tuwak, Binjau, Asam-asam, Kedondong, Resung, Bayung, Ranggorai, Mertukul (Canarium spp, Dacryodes spp, Trioma spp, Santiria spp) 13. Keruing Tempuran, Lagan, Merkurang, Kawang, Apitong, Tempudau (Dipterocarpus spp) 14. K u l i m Kayu bawang hutan (Scorodocarpus borneensis Becc) 15. Malapari Malapari (Pongamia Pinnata (L) Pierre) 16. Matoa Kasai, Taun, Kungki, Hatobu, K. sapi (Jawa), Tawan (Maluku), Ihi mendek (Irian Jaya) (Pometia spp) 17. Medang Sintuk, Sintok lancing, KitTeja, Ki tuha, Ki sereh, Selasihan (Cinnamomum spp) 18. Meranti Kuning Damar tanduk, Damar buah, Damar hitam, Damar kelepek Shorea acuminatissima Sym, Shorea balanocarpoides Sym, Shorea faguetiana Heim, Shorea Scollaris, V. Sloot; Shorea gibbosa Brandis 19. Meranti Merah Banio, Seraya merah, Kontoy bayor, Campaga, Lempong, Kumbang, Majau, Meranti ketuko, Ketrahan, Ketir, Cupang (Shorea Palembanica Miq, Shorea lepidota BI, Shorea ovalis BI, Shorea Johorensis Foxw, Shorea leptoclados Sym, Shorea leprosula Miq) (Shorea Platyclados sloot. Ex foxw.) 20. Meranti Putih Baong, Baung, Kebaong, Belobungo, Bayong (Sumatera, Kalimantan), Damar kaca, Damar kucing, Kikir, Udang, Udang ulang, Damar hutan, Anggelam tikus, Kontoi tembaga, Maharam potong, Damar mata kucing, Bunyau, Pongin, Awan punuk, Mehing (Sumatera, Kalimantan), Damar tenang putih, Honi (Maluku), Damar lari-lari, Temungku (Sulawesi), Lalari, Tambia putih (Sulawesi), Hili (Maluku) (Shorea Virescens Parijs), Shorea retionodes V.SI), (Shorea Javanica K. et. Val), (Shorea bracteolata Dyer), (Shorea ochracea Sym),(Shorea lamellata Foxw), (Shorea assamica Dyer), (Shorea koordesii Brandis ) 21. Merawan Ngerawan, Cengal, Amang besi, Cengal balaw, Emang, Tekam (Hopea spp); Hopea dyeri; (Hopea sangal Kort) 22. Merbau Anglai, Ipil, Tanduk (Maluku), Kayu besi (Papua), Maharan (Sumatera) (Intsia spp) 23. Mersawa Damar kunyit, Masegar, Ketimpun, Tabok, Tahan, Cengal padi (Anisoptera spp) 24. Nyatoh Suntai, Balam, Jongkong, Hangkang, Katingan, Mayang batu, Bunut, Kedang, Bakalaung, Ketiau, Jengkot, Kolan (Palaquium spp); (Payena spp, Madhuca spp) 25. Palapi Mengkulang, Teraling, Dungun, Talutung, Lesi-Lesi. Heritiera (Tarrietia spp) 26. Penjalin Rempelas, Ki jeungkil, Ki endog (Sunda), Cengkek (Jawa), Pusu (Sumbawa) (Celtis spp) 27. Perupuk Kerupuk, Pasana, Aras, Mandalaksa (Lophopetalum spp) 28. Pinang Melunak, Ki sigeung, Kelembing, Ki sinduk (Pentace spp) 29 P u l a i Kayu gabus, Rita, Gitoh, Bintau, Basung, Pule, Pulai miang (Alstonia spp) 30. Rasamala Tulasan (Sumatera), Mala (Jawa), Mandung (Mnkb) (Altingia excelsa Noronha) 31. R e s a k Damar along, Resak putih (Vatica spp) Lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 163/Kpts-II/2003 Tanggal : 26 Mei 2003 Tentang : Pengelompokan Jenis Kayu Sebagai Dasar Pengenaan Iuran Kehutanan II. Kelompok Jenis Kayu Rimba Campuran/ Kelompok Komersial Dua No. Nama Perdagangan Nama Daerah Nama Ilmiah 1. B a k a u Tumu, Lenggadai, Jangkar, Tanjang, Putut, Busing, Mata buaya (Rhizophora spp dan Bruguiera spp) 2. B a y u r Walang, Wayu, Balang, Wadang (Pterospermum spp) 3. Benuang Benuang bini, Winuang (Octomeles sumatrana Miq) 4. Berumbung Kayu lobang, Barumbung, Kayu gatal (Adina minutiflora Val); Pertusadina spp 5. Bintangur Bunoh, Nyamplung, Penaga (Calophyllum spp) 6. B i p a Kayu wipa (Pterygota spp) 7. B o w o i Rayango, Merang, Terangkuse Serianthes minahassae Merr & Perry (Syn Albizia minahasae Koord) 8. B u g i s Grepau (Koordersiodendron pinnatum Merr) 9. Cenge Cenge, Cingo (Mastixia tostrata BI) 10. Duabanga Benuang laki, Takir, Aras (Duabanga moluccana BI) 11. Ekaliptus Ampupu (Sulawesi), Aren (Maluku), Leda, Tampai, Kayu putih (Eucalyptus spp) 12. G e l a m Kayu putih (Melaleuca spp) 13. Gempol Wosen, Klepu pasir, Anggrit (Nauclea spp) 14. Gopasa Teraut, Laban (Vitex spp) 15. Gerunggang/ Derum Madang baro, Adat, Temau, Mampat, Butun, Kemutul (Cratoxylum spp) 16. J a b o n Kelampayan, Laran, Semama (Anthocephalus spp) 17. Jambu-jambu Kelat, Ki tembaga, Jambu (Eugenia spp) 18. Kapas-kapasan Hapas-hapas, Tapa-tapa, Leman (Exbucklandia populnea R. Brown) 19. Kayu kereta Rengas sumpung, Merpauh, Bagel mirah (Swintonia spp) 20. Kecapi Papung, Kelam, Sentul (Sandoricum spp) 21. Kedondong Hutan Coco, Kacemcem, Leuweung (Spondias spp) 22. Kelumpang Kepuh, Kalupat, Lomes (Sterculia spp) 23. Kembang semangkok Merpayang, Kepayang (Scaphium macropodum J. B) 24. Kempas Impas, Tualang ayam, Hampas (Koompassia malaccensis Maing) 25. Kenanga Kananga (Cananga sp) 26. Keranji Kayu lilin, Maranji (Dialium spp) 27. Ketapang Kalumpit, Jelawai, Jaha, Klumprit (Terminalia spp) 28. Ketimunan Seranai, Temirit, Kayu reen (Timonius spp) 29. Lancat Kundur, Modjiu, Raimagago (Mastixiodendron spp) 30. L a r a Lompopaito, Nani, Langera (Metrosideros spp dan Xanthostemon spp) 31. Mahang Merkubung, Mara, Benua (Macaranga spp) 32. Medang Manggah, Huru kacang, Keleban, Wuru, Kunyit (Litsea firma Hook f; Dehaasia spp) 33. Mempisang Mahabai, Hakai rawang, Empunyit, Jangkang, Banitan, Pisang pisang (Mezzetia parviflora Becc); (Xylopia spp); Alphonsea spp; Kandelia candell Druce 34. Mendarahan Tangkalak, Au-au, Ki mokla, Kumpang, Ky luo, Darah-darah, Huru Myristica spp, Knema spp 35. Menjalin Lilin, Ki endog, Segi landak (Xanthophyllum spp) 36. Mentibu Jongkong, Merebung (Dactylocladus stenostachys Oliv) 37. Merambung Merambung (Vernonia arborea Han) 38. P u n a k Kayu malaka, Cerega (Tetramerista glabra Miq) 39. P u s p a Sinar telu, Madang getah, Seru (Schima spp) 40. Rengas Rengas tembaga, Rangas (Gluta aptera (King) Ding Hou 41. Saninten Sarangan, Kalimorot, Ki hiur (Castanopsis argentea A. DC) 42. Sengon Jeungjing, Tawa kase, Sika (Maluku) (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen Syn) 43. S e p a t Waru gunung, Kalong (Berrya cordofolia Roxb) 44. Sesendok Kayu bulan, Sendok-sendok, Kayu raja, Garung, Kayu labu (Endospermum spp) 45. Simpur Sempur, Segel, Janti, Dongi (Dillenia spp) 46. Surian Kalantas, Suren (Toona sureni Merr) 47. Tembesu Tomasu, Kulaki, Malbira, Kitandu (Fragraea spp) 48. Tempinis Damuli, Kayu besi (Sloetia elongata Kds) 49. T e p i s Banitan, Pemelesian, Kayu tinyang, Kayu bulan, Banet, Kayu kalet (Polyalthia glauca Boerl) 50. Tenggayun Buku ongko, Pejatai, Purut bulu (Parartocarpus spp) 51. T e r a p Tara, Cempedak, Kulur, Teureup (Artocarpus spp) 52. Terentang Tumbus, Pauh lebi (Campnosperma spp) 53. Terentang ayam Pauhan, Antumbus, Talantang (Buchanania spp) 54. T u s a m Pinus, Damar batu, Uyam (Pinus spp) 55. U t u p U t u p (Aromadendron sp) Lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 163/Kpts-II/2003 Tanggal : 26 Mei 2003 Tentang : Pengelompokan Jenis Kayu Sebagai Dasar Pengenaan Iuran Kehutanan III. Kelompok Jenis Kayu Eboni/ Kelompok Indah Satu No. Nama Perdagangan Nama Daerah Nama Ilmiah 1. Eboni Bergaris Maitong, Kayu lotong, Sora, Amara (Diospyros celebica Bakh) 2. Eboni Hitam Kayu hitam, Maitem, Kayu waled (Diospyros rumphii Bakh) 3. E b o n i Baniak, Toli-toli, Kayu arang, Kanara, Gito-gito, Bengkoal, Malam (Diospyros spp D. ebenum Koen, D. ferrea Bakh, D. lolin Bakh, D. macrophylla BI, D. cauliflora BI, D. areolata King et G) Lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 163/Kpts-II/2003 Tanggal : 26 Mei 2003 Tentang : Pengelompokan Jenis Kayu Sebagai Dasar Pengenaan Iuran Kehutanan IV. Kelompok Jenis Kayu Indah/ Kelompok Indah Dua No. Nama Perdagangan Nama Daerah Nama Ilmiah 1. Bongin Pauh kijang, Sepah, Kayu batu (Irvingia malayana Oliv) 2. Bungur Wungu, Tekuyung, Benger, Ketangi (Lagerstroemia speciosa Pers) 3. Cempaka Minjaran, Wasian, Manglid, Sitekwok, Kantil, Capuka (Michelia spp, Elmerrillia spp Dandy) 4. Cendana Kayu kuning, Lemo daru (Santalum album L) 5. D a h u Dao, Sengkuang, Basuong, Koili (Dracontomelon spp) 6. J o h a r Juar, Trenggguli, Sebusuk, Bobondelan (Cassia spp) 7. K u k u Kayu laut, Papus, Nani laut (Pericopsis mooniana Thw) 8. Kupang Kayu ruan, Saga (Ormosia spp) 9. L a s i Adina, Kilaki (Adinauclea fagifolia Ridsd) 10. Mahoni Mahoni (Swietenia spp) 11. M e l u r Sampinur tali, Jamuju, Ki merah, Cematan, Alau, Kayu embun, Kayu cina, Sandu, Sampinur bunga (Dacrydium junghuhnii Miq); (Podocarpus spp); (Dacrydium spp) 12. Membacang Limus piit, Ambacang, Wani, Mempelam, Asam. Mangga (Mangifera spp) 13. M i n d i Bawang kungut (Melia spp) 14. Nyirih Nyireh, Niri (Xylocarpus granatum j. Konig) 15. Pasang Mempening, Baturua, Kasunu, Triti (Quercus spp) 16. Perepat Darat Marapat, Teruntum batu (Combretocarpus rotundatus Dans) 17. Raja Bunga Segawe, Klenderi, Saga (Adenanthera spp) 18. Rengas Ingas, Suloh, Rangas, Rengas burung (Gluta spp); (Melanorrhoea spp) 19. R a m i n Gaharu buaya, Medang keladi, Keladi, Miang (Gonystylus bancanus Kurz) 20. Sawo kecik Subo, Ki sawo (Manilkara spp) 21. Salimuli Kendal, Klimasada, Purnamasada (Cordia spp) 22. Sindur Sepetir, Sasumdur, Mobingo (Sindora spp) 23. Sonokembang Angsana, Linggua, Nala, Candana (Pterocarpus indicus Willd) 24. Sonokeling Linggota, Sono sungu, Sonobrits (Dalbergia latifolia Roxb) 25. Sungkai Jati seberang, Jati londo (Peronema canescens Jack) 26. Tanjung Sawo manuk, Karikis (Mimusops elengi L.) 27. T a p o s Kelampai, Setan, Kedui, Wayang (Elateriospermum tapos BI) 28. Tinjau Belukar Lontar kuning (Pteleocarpus lampongus Bakh) 29. T o r e m Sawai, Torem (Manikara kanosiensis H.j. L. et B. M.) 30. Trembesi Ki hujan (Samanea saman Merr) 31. U l i n Kayu besi, Bulian, Kokon (Eusideroxylon zwageri T.et.b.) 32. W e r u Beru, Ki hiyang, Bengkal (Albizia procera Benth)

Decree of the Minister of Forestry of the Republic of Indonesia no. 163/Kpts-II/2003 about classification of timber types as the basis for imposition of forestry fees · Nelum